Postingan

bunga terakhir

Gambar
ku menunggu di atas kebimbangan haruskah aku bertahan atau sebenarnya hanya persinggahan ku menunggu tidak untuk selama itu tidak apa jika aku yang pergi tanpa terlihat olehmu mencintai memang tidak mesti memiliki

ruined. again.

 It’s his birthday but I ruined his mood What would you expected from me? Everything seems good but I knew it didn’t works. 

Tenang

Tak sedikit yang memberi saran supaya aku membuka hati untuk orang lain masuk ke dalam hidup — menjadi pasanganku. Aku bertanya-tanya sendiri "apa iya aku harus?". Keraguan atas pikiranku dan saran mereka bercampur menjadi satu, dibubuhi kalimat "yang cocok menjadi pasangan kekasih, belum tentu tepat sebagai pasangan suami istri" membuat pemikiran semakin liar. Namun seiring waktu berjalan, aku paham bahwa saran yang diberi tidaklah cocok. Karena aku yang menjalani. Mereka? Hanya mengobservasi. Seiring waktu berjalan, aku sadar untuk perlu memperbaiki dan berdamai dengan diri sendiri agar bisa terus tumbuh mengimbanginya. Seiring waktu berjalan bersamanya, aku mengenali beberapa bagian tingkah lakunya, cara berpikirnya, dan apa-apa yang membuat kekhawatiran dalam hidupnya. And yeah, it's not as simple as "I can't be with you, let's end up here". Dengan adanya pandemi ini, memberi waktu untuk jarak yang bermanfaat, menampakkan sifat tanpa member...

Samudera dan Isinya

Ketika manusia mampu menembus langit biru Sedang laut dan darat menyatu Tak ada pintu aman saat berpacu dengan waktu Gelap yang tak indah Dingin tanpa cahaya Gundah hatinya Namun masih harus berharap Para penjaga laut itu terus berbaik Diberi tempat lapang dari sang ikan Untuk mengikuti angin dan arus dalam Selamat berlayar, Nanggala-402

Ceritaku di Masa Pandemi: Setahun Sudah

22 Maret 2020 untuk pertama kalinya aku dirawat di Rumah Sakit, bukan kamar biasa, tapi kamar isolasi. Bagaimana bisa? Panjang nih ceritanya hehehe. 10 Maret 2020, aku flu. Lalu minum obat warung untuk menghilangkan bersin-bersin, tapi bukannya sembuh, malah timbul kemerahan di sekujur tubuhku dan kesulitan untuk bernafas. Dibawalah aku ke IGD RS Pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan, Dokter jaga sempat bingung mengapa timbul alergi karena kandungan di obat yang aku minum tidak ada kandungan penyebab alergi. Kemudian aku dapet tindakan suntik, dan setelah satu jam kemerahan dan kesulitan bernafas itu hilang, aku diperbolehkan pulang dan diberi resep obat-obatan. Seminggu berlalu, bertemu teman-teman kuliah namun rencana ke Bandung untuk menghadiri pernikahan sahabatku batal karena imbauan pemerintah untuk di rumah saja. Obat yang diresepkan juga sudah habis. 18 Maret 2020, mulai timbul lagi flu dan sesekali batuk. Di kantor sudah mulai aware untuk penerapan protokol kesehatan, seperti ...
 Aku ingin beristirahat Mungkin sejenak Atau mungkin hingga dadaku tak sesak Dipastikan tidak akan cepat Seminggu atau Sewindu? Tidak ada yang tahu Seperti tidak ada tempat untuk mengadu Ingin aku ikuti kata hati, pikiranku melayang tiada arah Apa, kenapa, bagaimana, di mana Muak Kedua kali merasa seperti ini Mencoba berdiri, duduk pun tak mampu Memang hanya mati yang aku tunggu

i don't deserve anybody

if i can kill this fundamental question and not blaming chidhood experiences.  if i can be strong enough without taking a person into. if i can choose the other options but i will never learn. they are real feelings. ..